Populer

MENGENAL KAMPANYE DAN PENYULUHAN KESELAMATAN JALAN

Kampanye atau penyuluhan? Bukankah terdengar tidak asing? Kata kampanye dan penyuluhan sering dilakukan seseorang atau sekelompok orang u...

Selasa, 19 April 2016

Pert.5 MEDIA MASSA



MEDIA MASSA????? 

Media massa atau dengan bahasa lain yaitu mendia komunikasi merupakan media yang digunakan dalam komunikasi publik. Dalam berkomunikasi pasti kita akan membutuhkan sarana dalam penyampaiannya. Tanpa media massa, penyampaian pesan dalam berkomunikasi akan lambat atau bahkan tertunda. 

Sejarah Media Massa





  • Era kesukuan (The Triangle Age), manusia mengandalkan alat indera mereka khusunya indera pendengaran untuk berkomunikasi.
  • Era Tulisan (The Age of Literacy), manusia mulai mengenal huruf alfabet kemudian mereka mengembangkan cara berkomunikasi mereka dengan mengandalkan indera penglihatan maka mereka tidak hanya bertutur saja namun mereka juga menuangkannya ke dalam tulisan.
  • Era cetak (The Print Age), karena manusia sudah mengenal tulisan maka diciptakanlah sebuah mesin ketik yang kemudian dapat dicetak.
  • Era Elektrik (The Electronic Age), pada era ini mulai diciptakannya berbagai macam pengembangan dari media massa yang lainnya. Contoh: telegram, telepon, radio, televisi, komputer, dll.

Pada tahapan empat era tersebut kemudian manusia mulai mengembangkan pikiran mereka supaya lebih mudah dan cepat dalam berkomunikasi. Mereka merangkai sebuah jaringan internet yang berisikan informasi lengkap dan ter-update melalui website.



Pengertian Media Massa atau Media Komunikasi
  • Menurut Blake dan Horalsen dala, Latuheru, 1988:11
Media komunikasi adalah saluran komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan pesan antara sumber (pemberi pesan) dengan penerima pesan.
  • Menurut sadiman, dkk, 2002:6
Media komunikasi adalah sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dan mengirim pesan kepada penerima pesan sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat seseorang sehingga proses penyaluran pesan berlangsung efektif dan efisien sesuai yang diharapkan.

Maka dapat disimpulkan, media komunikasi adalah suatu alat atau sarana yang digunakan untuk memperjelas atau mempercepat proses penyampaian/penyaluran informasi yang berupa pesan, ide, gagasan, ajakan dari komunikator (pengirim) kepada komunikan (penerima).


Bentuk-bentuk media massa secara umum yaitu, 




  1. Media Cetak. Salah satu jenis media massa yang muncul di tahun 1920. Media ini dicetak dalam bentuk lembaran kertas. Contohnya : koran, majalag, buletin, spanduk/pamflet, poster, buku, komik, stiker, tabloid, dsb.
  2. Media Elektrik. Jenis media massa yang pesannya disebarluaskan melalui audio/suara atau gambar ddan suara dengan menggunakan teknologi elektro. Macam media audio yaitu radio, telepon, ht, telegram sedangkan media audio visual yaitu film, video, televisi. 
  3. Media Internet/Online. Jenis media massa yang mempunyai banyak keunggulan dibandingkan dengan media massa yang lainnya. Pesan yang disampaikan dapat diakses dalam jaringan internet melalui website. Contohnya : sosial media, google, blog, dsb.



Permasalahan pada jaman sekarang adalah masyarakat sudah jarang memakai media massa jenis cetak untuk sarana penyampaian pesan mereka. Masyarakat sekarang ini lebih suka menggunakan media elektrik atau media internet. Mengapa? Alasannya,
  • Jangkauan penyampaian pesan yang dapat dijangkau terbatas
  • Kecepatan akses informasi kurang cepat
  • Biaya mahal (pencetakan)
  • Tampilan kurang menarik dan kurang diminati
  • Kurang praktis dalam penggunaannya
Peranan media massa sangat berhubungan erat dengan masyarakat. Media massa sangat membantu masyarakat dalam berkomunikasi, khususnya komunikasi jarak jauh. Harapannya media massa dapat mempengaruhi masyarakat dalam hal positif, bukan hal negatif.
Peran Media Massa yang paling menonjol yaitu,
  1. Sebagai sarana komunikasi / penyampaian informasi
  2. Sebagai sarana belajar
  3. Sebagai filter/penyaring, bahwa informasi tersebut cocok diberi perhatian atau tidak
  4. Sebagai sarana hiburan
Fungsi Media Massa yaitu,
—-Efektifitas. Dengan adanya media komunikasi akan mempermudah kelancaran dalam penyampaian informasi.
-—Efisiensi. Dengan menggunakan media komunikasi akan mempercepat penyampaian informasi.
—-Konkrit. Dengan memakai media komunikasi akan membantu mempercepat isi pesan yang memiliki sifat abstrak.
—-Motivatif - dengan menggunakan media komunikasi akan lebih semangat melakukan komunikasi.

Karakteristik media massa yaitu,
  1. Publisitas, yakni disebarluaskan kepada publik, khalayak, atau orang banyak
  2. Universalitas, pesannya besifat umum
  3. Periodisitas, tetap atau berkala
  4. Kontinuitas, berkesinambungan atau terus-menerus sesuai dengan periode mengudara atau jadwal terbit
  5. Aktualitas, berisi hal-hal baru

Media massa massa mempengaruhi masyarakat menurut Teori Spiral Kebisuan yang dikemukakan oleh Elizabeth Noelle Neumann. Teori ini berpendapat bahwa media massa memiliki efek yang sangat kuat dalam membentuk opini publik.

Ada tiga karakteristik komunikasi massa yang dapat berpengaruh pada opini publik, yaitu
1. Kumulasi (cummulation) atau penimbunan
2. Ubiquitas (ubiquity): keberadaan media  yang selalu ada dimana-mana
3. Konsonansi (consonance) atau persesuaian antara apa yang disampaikan media massa dengan opini publik
Ada tiga cara media massa mempengaruhi masyarakat menurut Teori Spiral Kebisuan, yaitu
1. Media membentuk kesan-kesan tertentu tentang opini mana yang dominan
2. Media membentuk kesan-kesan tertentu tentang opini yang sedang naik atau berkembang
3. Media membentuk kesan tentang opini yang mutlak diperhatikan khalayak tanpa menampilkannya secara khusus


Apa benar teknologi media dapat mempengaruhi perasaan, pikiran, dan tindakan manusia?
Ya benar. Dipandang dari segi tujuan komunikasi ialah untuk menyamakan persepsi. Maka dari persepsi yang berbeda satu sama lain akan sama dengan adanya komunikasi melali media massa. Padahal persepsi itu sangat berhubungan dengan perasaan dan pikiran, yang kemudian akan menghasilkan sebuah tindakan dari pesan yang disampaikan.


Minggu, 17 April 2016

Pert.4 KOMUNIKASI PUBLIK & KOMUNIKASI MASSA

Komunikasi publik merupakan suatu komunikasi yang dilakukan di depan banyak orang. Pesan yang disampaikan dapat berupa suatu informasi, ajakan, gagasan, ide. Sarana penyampaiannya berupa media massa, orasi umum atau demonstrasi langsung maupun melalui internet. Agar pesan yang disampaikan efektif dan efisien, maka dalam melakukan komunikasi publik harus memerlukan keterampilan lisan dan tulisan dalam berkomunikasi. Dengan adanya infromasi yang sesuai kebutuhan publik maka kepuasan publik juga akan tercapai dan informasi yang disampaikan akan berkualitas. Komunikasi publik biasanya pada dasarnya banyak dilakukan dalam organisasi. Komunikasi publik dapat dilakukan oleh siapapun, seorang komunikator publik yang profesional seperti manajer, staff atau humas, wartawan, penyiar radio atau televisi, presenter, penyaji ramalan cuaca, dan sebagainya. Ketika menyampaikan informasi kepada publik, maka informasi yang disampaikan harus dikemas dalam bentuk kemasan yang menarik tentunya disesuaikan dengan tren pada masa itu.



Ciri-ciri komunikasi publik :
1.      Diikuti banyak orang
2.      Pendengar cenderung lebih pasif
3.      Interaksi komunikator dengan komunikan terbatas
4.      Feedback atau umpan balik terbatas
5.      Dapat bertahan lama apabila dijadikan dokumentasi
6.      Biaya telah direncanakan
7.      Dilakukan di tempat umum
8.      Memerlukan banyak tenaga kerja untuk mengelola
9.      Bertujuan mengajak, menghibur, memberikan informasi



Komunikasi publik juga dikenal dengan istilah urusan publik, informasi publik dan hubungan publik atau humas. Komunikasi publik tidak jauh beda dari komunikasi massa, hampir sama. Namun, komunikasi publik memliki makna yang lebih luas dibandingkan dengan komunikasi massa.





KOMUNIKASI MASSA ???



Komunikasi Massa menurut para ahli
1.      Menurut Breitner, komunikasi massa adalah pesan yang dikomunikasikan lewat media massa.
2.      Menurut Jalaludin Rahmat, komunikasi massa adalah jenis komunikasi yang ditujukan kepda sejumlah khalayak.
3.      Menurut Pool, komunikasi massa adalah komunikasi yang berlaangsung interposed ketika sumber dan penerima tidak terjadi kontak secara langsung atau pesan komunikasi melalui media massa.

Secara garis besar, komunikasi massa dapat didefinisikan suatu proses melalui komunikator (pengirim pesan) menggunakan media untuk menyebarluaskan pesan-pesan secara luas dan terus menerus menciptakan makna-makna serta diharapkan dapat mempengaruhi khalayak yang besar dan beragam dengan melalu berbagai cara.
Singkatnya, komunikasi massa adalah proses dimana organisasi media membuat dan menyebarkan pesan kepada khalayak banyak (publik).

Dalam buka “Theories of Mass Communication” yang diciptakan oleh Claude D. Shannon dan Warren Weaver , komunikasi massa digambarkan sebagai proses linier dan searah.


Komponen-komponen komunikasi massa menurut HUB (Hiebert, Ungrait dan Bohn, 1975) meliputi :

1.      Communicators
Syarat komunikator menurut Aristoteles, karakter komunikan (Ethos) terdiri dari good will (maksud yang baik), good sense (pikiran yang baik), dan good moral character (karakter yang baik).
Menurut Hovland dan Weiss, karakter komunikan (credibility) terdiri dari expertise (keahlian), trustworthiness (dapat dipercaya) dan acceptability (dapat diterima).
Seorang komunikator memliki tiga sifat, yaitu
a.      Costliness (memerlukan dana yang cukup banyak)
b.      Complexity (memerlukan proses yang panjang dan rumit)
c.       Competitiveness (persaingan media)

2.      Codes and contents
·      Codes merupakan sistem simbol yang digunakan untuk menyampaikan pesan komunikasi. Contohnya : kata-kata lisan, tulisan, foto, musik, film, dan lain-lain.
·      Contents merupakan isi media yang merujuk pada makna dari sebuah pesan.

3.      Gatekeepers
Berfungsi untuk menentukan penilaian apakah informasi yang disampaikan penting atau tidak, menaikkan informasi yang penting dan menghapuskan informasi yang tidak penting yang tidak memiliki nilai berita untuk disampaikan.

4.      Media
Merupakan sarana untuk menyampaikan sebuah pesan. Media massa terdiri dari :
a.      Media cetak : surat kabar, majaah, koran, buletin, dll.
b.      Media elektronik : radio, televisi, media online.

5.      Regulators
Regulator mempunya fungsi yang sama seperti gatekeepes hanya bedanya regulator berada di luar nstitusi media yang menghasilkan berita. Bentuknya seperti sensor. Dapat menghentikan aliran berita dan menghapus suatu informasi namun tidak dapat menambah atau memulai infromasi.
  • Di Amerika Serikat ada 5 macam regulator pada proses komunikasi massa, yaitu

a.      Pemerintah, merupakan regulator utama
b.      Sumber informasi
c.       Pengiklan
d.      Organisasi profesi
e.      Konsumen komunikasi massa
Lembaga regulasi di Amerika Serikat adalah Federal Communication Comission (FCC) (Folkerts, 2004: 374)
  • Di Indonesia yang termasuk regulator yaitu :

a.      Pemerintah dengan perangkat undang-undangnya – UU No.40 tahun 1999  tentang Pers dan UU Penyiaran.
b.      Audiences
c.      Asosiasi Profesi
d.      Lembaga sensor film
e.      Dewan pers yang mengatur media cetak
f.       Komite Penyiaran Indonesia (KPI) yang mengatur media elektronik

6.      Filters
a.      Penginderaan, dipengaruhi oleh tiga kondisi
1.      Culture (budaya). Budaya mempengaruhi cara manausia menyampaikan dan   menerima pesan (Edward T. Hall bukunya The Silent Language)
2.      Psychological (Psikologi). Mempengaruhi persepsi audience terhadap pesan     media massa.
3.      Physical (Fisik). Kondisi fisik audience berpengaruh pada penafsirannya         terhadap pesan yang diterima dari media massa.

7.      Audieces
Merupakan pusat komunikasi massa yang secara konstan menerima pesan dari media massa. Karakteristik audience :
-     Terdiri atas individu-individu yang memilik pegalaman yang sama dan       M terpengaruh oleh hubungan sosial dan interpersonal yang sama
-     Jumlah besar
-     Heterogen
    Anonim
    Tersebar

8.      Feedback (umpan balik). Umpan balik akan sulit diperoleh ketika komunikator dengan komunikan tidak bertatap muka langsung makan akan terjadi penundaan respon, pengetahuan antara komunikator dengan komunikan menjadi kurang. Feedback atau umpan balik terbagi menjadi :
a.      Internal Feedback = umpan balik yang diterima oleh komunikator
b.      Eksternal Feedback = umpan balik yang diterima komunikatordari komunikan
*      Respresentative feedback = diukur persen dari total jumlah audience
*      Indirect feedback = tidak langsung, melibatkan pihak ketiga
*      Delayed feedback = respon komunikasi massa tertunda, membutukan    waktu untuk ditransmiikan dari komunikan kepada komunikator
*      Cumulative feedback = kumpulan respon yang diterima komunikator  kemudian dijadikan bahan pertimbangan pengambilan keputusan
*      Instituonalized feedback = respon yang yang datang dari lembaga

Ciri-ciri komunikasi massa yaitu :
1.      Bersifat umum
2.      Ditujuka pada khalayak luas, heterogen, tersebar, anonum serta tidak mengenal batas    geografis dan budaya.
3.      Penyampaian pesan cepat dan satu arah
4.      Terencana, terjadwal dan terorganisir
5.      Isi pesan mencakup berbagai aspek/bidang
6.      Menggunakan media massa dalam penyampaiannya
7.      Komunikator mmiliki keahlian
8.      Sifat pesan terbuka

Fungsi Komunikasi Massa yaitu :
1.      Menurut Jay Black dan Frederick C. Whitney (1988)
-          To inform (menginformasikan)
-          To entertain (menghibur)
-          To persuade (membujuk)
-          Transmission of the culture (transmisi budaya)
2.      Menurut Dominick (2001)
-          Surveillance (pengawasan)
-          Interpretation (penafsiran)
-          Linkage (keterkaitan)
-          Transmission of values (penyebaran nilai)
-          Entertaint (menghibur)
3.      Menurut John Vivian dalam buku The Media of Massa Communication (1991)
-          Providing information
-          Providing entertaiment
-          Helping to persuade
-          Contributing to social cohesi (mendorong kohesi sosial)
4.      Menurut Alexis S.Tan
-          Memberi informasi
-          Mendidik
-          Mempersuasi
-          Menyenangkan
5.      Dalam UU No. 40/1999 tentang Pers
-          Menyampaikan informasi (to inform)
-          Mendidik (to educate)
-          Menghibur (to entertaint)
-          Melakukan pengawasan sosial (sosial control)

Jadi fungsi dari komunikasi massa yaitu :
ü  Informasi merupakan fungsi paling penting alam komunikasi
ü  Hiburan merupakan fungsi yang menduduki posisi palingtinggi dibanding dengan fungsi lain utnk media massa.
ü  Persuasi merupakan ajakan yang mempengaruhi komunikan untuk mempercayai dan melakukan informasi yang diterima.
ü  Transmisi budaya merupakan funsgi paling luas meskipun sedikit dibicarakan.
ü  Mendorong kohesi sosial, media massa mendorong masyarakat untuk bersatu.
ü  Pengawasan, membujuk pada pengumpulan dan penyebaran informasi mengenai kejadian yang telah ada.
ü  Korelasi, munghubungkan bagian-bagian dari masyarakat agar sesuai dengan lingkungannya.
ü  Pewarisan sosial, media massa berfungsi sebagai seorang pendidik meneruskan dan mewariskan ilmu dalam bidang tertentu.
ü  Melawan kekuaaan dan kekutan represif
ü  Menggugat hubungan trikotomi antara pemerintah, pers dan masyarakat

Efek Komunikasi Massa
Efek komunikasi massa yaitu setiap perubahan yang terjadi pada komunikan atau penerima pesan akibat menerima pesan dari suatu sumber. Perubahan ini diketaui dari tanggapan-tanggapan yang diberikan komunikan sebagai umpan balik. Ada tiga dimensi efek komunikasi massa, yaitu :
1.      Efek kognitif. Berhubungan dengan kesadaran, belajar dan tambahan pengetahuan.
2.      Efek afektif. Berhubungan dengan emosi, perasaan dan sikap.
3.      Efek konatif dan Efek Behavioral. Berhubungan dengan perilaku dan niat untuyk melakukan sesuatu menurut cara tertentu.

Model Komunikasi Massa
1.      Model jarum hipodermik
Media-media menimbulkan efek yang kuat, terarah , segera , dan langsung terhadap massa komunikan.
2.      Model komunikasi dua tahap (two step two)
Pesan diterima oleh penerima, lalu penerima menyebarluaskan pesan tersebut kepada penerima lain.
3.      Model komunikasi satu tahap
Pesan yang disampaikan kepada banyak komunikan melalui media massa.
4.      Model komunikasi banyak tahap (multi step flow model)
Menggabungkan semua model komunikasi, yang didasarkan fungsi penyebarannya.




Sumber :

Selasa, 05 April 2016

POSISI MEMBONCENG YANG ERGONOMIS DAN BERKESELAMATAN


Sepeda motor merupakan alat transportasi yang banyak dimiliki oleh masyarakat umum, khususnya di Indonesia. Menggunakan sepeda motor banyak kemuudahannya, selain hemat biaya sepeda motor juga praktis untuk digunakan kemana saja. Dan yang tidak kalah penting sepeda motor jago dalam hal nyelip-nyelip menerjang kemacetan di jalan raya. Bodi motor yang ramping dapat dimanfaatkankan pada area yang sempit.

Tanpa disadari banyak orang yang kadang seenaknya sendiri dalam menggunakan sepeda motor, mulai dari hal sepele berboncengan, banyak orang yang salah saat menggunakan satu unit sepeda motor atau penumpang yang tidak mengetahui bagaimana caranya membonceng motor secara benar. Cara membonceng motor ada aturannya agar sisi keselamatan tetap terjaga.

Bagi pembonceng, sebaiknya menghindari duduk membonceng dalam posisi menyamping. Biasanya hal seperti ini dilakukan oleh wanita yang menggunakan rok supaya melindungi area intim wanita. Memang baik, namun dilihat dari aspek keselamatan posisi membonceng menyamping sangat berisiko.

            Nah, kalau untuk posisi membonceng yang seperti ini SALAH besar. Posisi membonceng menyamping dengan memakai rok pendek. Hal tersebut malah semakin membuat kecelakaan lalu lintas yang lebih besar karena alasan konsentrasi pengemudi lain terganggu karena melihat pembonceng yang berada di depannya. Tentunya Anda akan berpikir sama seperti yang saya pikirkan bukan ? :D hehehehehe......


Risiko yang dapat ditimbulkan dari membonceng menyamping yaitu pembonceng akan meerasa tidak stabil posisi duduknya. Keseimbangan yang dihasilkan tidak sama, akibatnya pengemudi juga akan merasakan tidak seimbangnya antara berat motor dengan berat pembonceng. Jika kemiringan saat membelok cukup tajam sudutnya, dimuungkinkan dapat jatuh ke samping kiri maupun samping kanan, tergantung arah belokannya. Risiko lainnya pembonceng yang memilih posisi duduk menyamping khususnya wanita yang menggunakan rok akan dapat terselip pada rantai motor sehingga mengakibatkan pemboonceng dan motor jatuh. Itu sangat berisiko sekali. Berawal dari hal yang kecil seperti inilah akan mengakibatkan hal yang besar, yaitu kecelakaan lalu lintas.

Salah satu instruktur safety riding menjelaskan bahwa posisi membonceng menghadap depan adalah posisi yang paling aman bagi pembonceng motor. Kemudian posisi lutut harus mengapit bagian pinggul si pengemudi sepeda motor. Ini bertujuan untuk memberikan keseimbangan saat motor menikung atau melakukan manuver. Posisi kaki pembonceng harus berada di tempat yang tersedia yakni pada footstep bagian belakang yang memang dirancang untuk pembonceng. Kecuali untuk motor matic, kaki pembonceng ditempatkan pada tempat pijakan pengemudi. Kemudian yang paling penting yaitu posisi tangan pembonceng harus berada di pinggang pengemudi.

Jadi, posisi membonceng yang baik yakni posisi membonceng menghadap ke depan. Posisi duduk mengahadap ke depan dirasa cukup ergonomis. Kenyamanan akan dirasakan pembonceng, begitu pula pengemudinya. Biasanya membonceng terlalu lama karena perjalanan jauh akan membuat pinggang dan otot-otot terasa nyeri, dengan posisi duduk yang tegap tidak akan menimbulkan pengaruh negatif apa pun terhadap kesehatan badan.

SELAMAT MEMBACA. . . . . semoga bermanfaat