Populer

MENGENAL KAMPANYE DAN PENYULUHAN KESELAMATAN JALAN

Kampanye atau penyuluhan? Bukankah terdengar tidak asing? Kata kampanye dan penyuluhan sering dilakukan seseorang atau sekelompok orang u...

Selasa, 15 Maret 2016

Menciptakan Safety Riding dengan Memakai Helm Standar

Kalian tentu banyak yang tahu tentang manfaat helm. Memakai helm saat berkendara tujuannya bukan karena menghindari tilang loh, tapi manfaat helm yang sebenarnya itu untuk melindungi kita saat berkendara.
Helm merupakan perangkat terpenting saat berkendara. Memilih helm tidak harus yang bermerk populer atau yang memiliki harga mahal, yang terpenting mempunyai manfaat tepat bagi pengguna sepeda motor dan aman plus memenuhi SNI (Standar Nasional Indonesia). Saat ini kebanyakan pengguna sepeda motor adalah para remaja. Namun banyak dari mereka yang belum paham betapa pentingnya helm bagi keselamatan mereka. Kebanyakan dari mereka menganggap bahwa helm itu hanya untuk ajang bergaya saja. Malahan sebagian pengguna sepeda motor ada yang berangapan bahwa helm itu membuat rambut menjadi berantakan, membuat kepala gerah, terlihat tidak cool dan masih banyak alasan mereka karena belum tahu fungsi dan manfaat dari memakai helm. Fungsi dan manfaat memakai helm ada banyak sekali, salah satunya agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan saat terjadi kecelakaan. Berikut adalah salah satu contoh video edukasi yang menjelaskan betapa pentingnya menggunakan helm.


Nah, dari video di atas sudah sangat menjelaskan apa saja pentingnya dari memakai helm.
Saat memakai helm tentunya hal yang harus diperhatikan yaitu kenyamanan dan keamanan, siapa lagi yang menjaga kalau bukan diri kita sendiri. Pada rangkaian kalimat yang saya tulis ini saya akan menyampaikan beberapa informasi atau tips untuk memilih helm yang baik dan mempunyai manfaat tepat bagi pengguna sepeda motor. Berikut adalah tips untuk memilih helm yang baik dan berkeselamatan untuk kita semua.
1.      Sesuaikan ukuran helm dengan ukuran kepala jangan terlalu sempit atau terlalu besar. Apabila helm tersebut sudah menekan pipi dan dahi maka helm tersebut sudah baik.
Ada pula ukuran helm yang sudah disesuaikan dengan lingkar kepala :
·         S               : 55-56 cm
·         M              : 57-58 cm
·         L               : 59 – 60 cm
·         XL            : 61 – 62 cm

2.      Pilih helm yang memiliki kaca visor bening supaya pandangan mata terlihat jelas, sehingga saat helm dipakai tidak menghalangi pandangan mata pengendara sepeda motor pada saat malam hari.
3.      Pilih helm yang menggunakan desain kunci pada bagian leher supaya tidak mudah lepas dan periksa tentang mekanisme penguncian sesuai model helm tersebut apakah cepat terlepas atau tidak.
4.      Pilih berat helm yang ringan dan tidak terlalu berat ketika dipakai. Ini bertujuan untuk kenyamanan pengendara sepeda motor.
5.      Pilih kaca helm yang buka tutupnya kuat dan nyaman saat dipakai.
6.    Periksa baut pengait penahan kaca helm yang kencang supaya tidak mudah terbuka saat kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi.
7.   Periksa apakah helm tersebut sudah memiliki sertifikasi khusus yang dikeluarkan oleh lembaga tertentu. Misalnya : DOT, SNI, SNELL, dll.
8.      Pilih helm baru, jangan memilih membeli helm bekas. Namun, perlu kita berhati-hati dan teliti untuk memilih helm, biasanya ada penjual yang menjual helm bekas dan biasanya juga dimodif menjadi seperti helm baru lagi.
9.      Yang paling penting adalah pilih helm sesuai dengan isi dompet anda. Anda tidak perlu khawatir dengan penampilan anda ketika memakai helm karena anda dapat memilih bentuk tipe helm yang sesuai dengan kesenangan anda, namun disarankan tetap harus memperhatikan kelayakan helm ya?
Dan inilah tipe helm yang ada di Indonesia :
·         Helm Full Face
·         Helm Flip Up
·         Helm ¾ Modular Helmet
·         Helm Half Face


Jadi, para pengguna sepeda motor harus dan diwajibkan memakai helm saat akan melakukan perjalanan menengah ataupun perjalanan jauh. Kalau jarak perjalanan terlalu dekat jalan kaki saja cukup, sambil berolahraga dan bisa menghemat bahan bakar. Tujuan memakai helm untuk keamanan dan keselamatan diri anda sendiri pada saat berkendara, mengantisipasi terjadinya seuatu yang tidak diinginkan. Lagi pula nasib orang tidak ada yang tahu. Jadi apa salahnya sih memakai helm? Anda bisa memilih helm sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan anda, tidak perlu membeli helm yang bermerk asalkan standar dan berlogo khusus SNI/DOT/SNELL. Ada harga ada rupa pula.


APA ITU SAFETY RIDING ?

Hai.....

Para pembaca blog ini tentunya penasaran apa arti dari SAFETY RIDING itu ?
Memang sudah banyak orang yang telah memaparkan mengenai safety riding dengan definisi yang baik. Namun, bahasa penulislah yang membedakan.

Di sini saya akan menjelaskan apa itu safety riding. Safety riding itu berkaitan erat dengan transportasi. Safety Riding adalah cara berkendara seorang pengendara yang aman dan nyaman baik bagi pengendara itu sendiri maupun terhadap pengendara lain untuk mencapai keselamatan. Banyak yang harus diperhatikan untuk menciptakan safety riding loh..
Untuk lebih gampangnya saya akan menyebut syarat dari safety riding.
4 SEHAT 5 SEMPURNA


SEHAT JASMANI + ROHANI
Ini adalah syarat berkendara yang paling penting. Seorang driver harus sehat jasmani dan rohani terlebih dahulu.
Driver harus sehat secara Jasmani dan Rohani, Why ? Kalau tidak sehat alias sakit mental atau sakit jiwa dan badan kena demam. Driver tidak akan bisa mengendarai kendaraan dengan baik. Sakit jiwa misalnya, driver tidak akan bisa membedakan mana gas dan mana rem. Mana warna lampu merah dan mana warna lampu hijau. Ini baru sakit rohani/ jiwa.
Sebelum Berkendara, lakukan persiapan terhadap tubuh itu sendiri, pastikan kondisi tubuh sehat jasmani dan rohani. Sehat jasmani berarti tubuh kita dalam kondisi fit 100%. Sakit jasmani, misalnya badan meriang  lho atau anda panas demam alhasil tidak bisa mengemudikan kendaraan. Paling-paling si driver itu yang malah akan naik kendaraan ambulance.
Nah! So! Jadi sehat yang pertama adalah Sehat Jasmani dan Rohani.

SEHAT KENDARAAN
Setelah tubuh pastikan juga kendaraan juga dalam kondisi sehat, cek semua bagian dari lampu utama, lampu sein, lampu rem, spion lengkap, tekanan ban, kerengganan rantai, busi, bahkan oli mesin, tapi juga jangan lupa bahan bakarnya lho..
Pastikan juga bahwa semua kelengkapan baik fisik maupun administrasinya atau surat-surat kendaraannya lengkap dan so pasti legalitasnya terjamin. Artinya lengkapi surat-surat kendaraan bermotor. Bukan surat nikah atau surat gadai. Ingat itu! Misalnya STNK, SIM atau bahkan BPKBnya juga. Jadi, sehat yang kedua adalah Sehat Kendaraannya.

SEHAT NAVIGASI & SISTEM KESELAMATAN KENDARAAN
Sehat System Navigasi : Tiap kendaraan bermotor so pasti punya lampu sign. Minimal ada 4 buah. Didepan ada dua dan di belakang ada dua. Pastikan lampu sign anda bekerja dengan baik dan sempurna. System navigasi  lainnya adalah panel kontrol, meliputi speedometer, indikator BBM, posisi transmisi gigi dan penunjuk signal lampu sign dan lampu utama. Sering-seringlah memantau panel kontrol khususnya sebelum berbelok/ berganti arah atau sesudah berbelok. Ini sangat penting karena banyak pengendara yang menggunakan jalan raya.
System Keselamatan Kendaraan : Yang termasuk dalam system keselamatan kendaraan dalam konteks ini adalah rem/break. Roda kendaraan, rantai dan gear/ gigi rantai. Pastikan rem kendaraan anda benar-benar pakem, demikian juga dengan roda kendaraan. Roda kendaraan yang sudah gundul atau sudah tidak memiliki bunga/kembangnya segeralah diganti. Demikian pula dengan rantai dan gear/gigi rantai. Rantai yang kendur atau terlalu tegang sangat mengganggu kita dalam berkendaraan, belum lagi terancam putus saat melaju dengan kencang. Itu sangat berbahaya bukan?

SEHATKAN BUDAYA KENDARAAN
Budayakan Budaya Sehat dalam Berkendaraan. Baiklah, ini pun agak sedikit bertele-tele dan terlalu mendikte. Tapi apa boleh buat, semua demi keselamatan anda, driver yang care terhadap safety ridding. Sepertinya sudah terlalu sering dan banyak brosur atau buku panduan yang berisikan tips selamat berkendaraan. Tapi apa yang saya kemukakan disini adalah apa yang selalu saya lakukan saat berkendara ketika akan menempuh perjalanan jauh.
Kelengkapan Pakaian : Gunakan busana yang sesuai dengan tujuan perjalanan anda. Minimal memakai jaket tebal yang sesuai dengan anatomi tubuh, enak dan nyaman dipakai dan tidak mengganggu saat bergerak. Memakai ccelana panjang yang agak tebal, misalnya jean dan memakai sepatu kulit dengan sol yang sedikit tebal. Bila perlu memakai kaos tangan kuliat agar tangan tidak hitam. Sebenarnya sih itu bukan untuk gaya-gayan doang, tapi itu juga untuk keselamatan dan kenyamanan saat berkendara. Jangan lupa untuk memeriksa apakah jas hujan dan tool box sudahberada ditempatnya atau belum. Yang tidak kalah penting jangan lupa menggunakan helm standart atau full face. Cari yang sesuai dan pas dengan ukuran kepala serta gunakan dengan benar. Tidak terlalu longgar juga tidak terlalu sempit hingga membuat ngos-ngosan dan susah bernafas. Dan bila anda mengendarai kendaraan dimalam hari usahakan pakaian atau jaket yang digunakan bewarna cerah dan kalau bisa pada bagian belakang jaket ada garis kuning atau biru yang berfungsi sebagai reflektor spot light.
Cek n’ Ricek Kondisi kendaraan : Ini penting, sebelum memasukkan kunci kontak dan men-staternya sebaiknya selalu memeriksa sistem kerja rem, lampu sign, klakson dan posisi persneling/ gigi. Setelah dirasa aman barulah men-stater kendaraan sambil menikmati suara gemuruhnya ....bruummm...bruuumm...bruummm.

BIASAKAN BERDOA SUPAYA SELAMAT                                                     
Selamat : Selalulah membiasakan berdo’a sejenak sebelum berkendara. Agar terhindar dari hal-hal sepele yang mungkin saja bisa terjadi karena kelalain diri sendiri ataupun kelalaian orang lain. Selalu konsentrasi bila berada dijalan raya khususnya bila dalam kecepatan tinggi serta selalu memperhatikan rambu-rambu lalu lintas dan markah jalan agar driver terhindar dari kecelakaan lalu-lintas. Kemudikan kendaraan dengan tetap mengikuti peraturan, bukan malah mengikuti perasaan.

Jadi, safety riding berasal dari kesadaran diri kita masing-masing. Kalau kesehatan kendaraan dan kesehatan navigasi sistem kendaraan tersebut baik namun kesehatan jasmani rohani kita buruk ya tidak akan berhasil mencapai safety riding.